4 Kesalahan ketika membeli produk Unit Link

Membeli produk Unit Link tidak semudah sebatas tanda tangan dokumen dan membayar premi setiap bulannya. Ada saja kesahalan yang mungkin dilakukan oleh nasabah tetapi tidak disadarinya. Apa saja kesahalan yang umum terjadi ketika membeli produk Unit Link ?

Penetrasi pasar asuransi di Indonesia belum menyentuh 10% hingga tahun ini (tidak termasuk BPJS), berbanding terbalik dengan penetrasi gadget yang bisa menyentuh 90%. Artinya bahwa gaya hidup terkini, kita masih lebih memilih gadget dibanding asuransi.

Menurut data Biro Pusat Statistik, 9 dari 10 wanita menggantungkan hidup dari pasangannya dan Survei BPS menemukan 60% istri yang suaminya meninggal dunia harus menurunkan standard gaya hidup.

Artinya apa ? Bahwa kepala keluarga yang memiliki tanggungan anak dan istri harus memikirkan apa yang akan diberikan kepada anak dan istri nya sepeninggal nya.

4 Kesalahan ketika membeli produk Unit Link

1.  Salah membeli Riders (produk tambahan yang bisa dipilih dalam produk Unit Link)

Riders di Prudential banyak sekali. Umumnya nasabah hanya percaya dengan riders pilihan agen yang menawarkan. Riders yang umum dikenal oleh nasabah adalah produk Kesehatan, kalau di Prudential yaitu PRU Med dan PRU HS. PRU Med dan PRU HS memiliki perbedaan.

Jika Anda yang bekerja di kantor, dan telah ditanggung asuransi kesehatan. Lalu jika ingin membeli produk Unit Link, apa riders yang ingin Anda beli ? Salah dalam membeli Riders, maka manfaat yang diterima tidak optimal.

2. Uang Pertanggungan seadanya / kurang ditinjau dari kondisi ekonomi saat ini.

Uang Pertanggungan (UP) memberikan santunan sebesar nilai kontrak polis ketika nasabah meninggal dunia. Berapa UP yang Anda miliki saat ini ? Apakah masih kredibel angka tersebut dengan kondisi saat ini ?

UP sebesar Rp 1 M, besar atau kecil ? Cukup atau tidak ?

Mari lihat kasus seperti ini :

Pak Budi memiliki anak berumur 5 tahun dan diperhitungkan saat usia 22 telah selesai kuliah dan dapat kerja mandiri si anak ini. Biaya hidup keluarga Pak Budi tiap bulannya adalah Rp 10 juta. Memiliki UP Rp 1 M , dan return dari Unit Link sebesar 10% / tahun , dengan inflasi 6% tiap tahunnya maka :

  • Pendapatan per tahun dibutuhkan Rp 120 juta
  • Masa tanggungan paling lama adalah 17 tahun lagi. –> hingga anak bisa bekerja dan berpenghasilan
  • Perkiraan hasil investasi real 10%-6% = 4% / tahun.
  • Jumlah UP yang setidaknya dibutuhkan agar anak dapat mandiri adalah sekitar Rp 1.5 M.

Note : angka Rp 1.5 M didapat menggunakan kalkulator Finansial.

Jadi untuk kasus Pak Budi, sebenarnya UP yang dimiliki masih kurang.

3.  Fokus pada Investasi bukan Proteksi

Unit Link adalah produk yang fokus pada Proteksi, bukan pada Investasi.

Memang betul bahwa nilai investasi akan ditambahkan ke uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia. Tapi kita harus ingat bahwa:

  • Investasi itu tidak pasti, berfluktuasi tergantung kinerja instrumen yang dipilih.

Jadi, walaupun ada nilai investasi, yang bisa menambah uang pertanggungan, sifatnya tidak pasti.Yang pasti jumlahnya adalah Uang Pertanggungan.

So . Fokus dulu pada sisi Proteksinya , karena angkanya pasti. Pasti akan keluar jika persyaratan lengkap, sesuai dengan kondisi polis, polis dalam keadaan aktif. Untuk Investasi nya merupakan bonus, yang mana hasilnya tidak pasti.

4. Belum sanggup membeli Unit Link

Memiliki produk Unit Link butuh suatu komitmen  untuk membayar rutin dan terikat kontrak . Jikalau kondisi keuangan Anda belum memungkinkan untuk membeli Unit Link, sebaiknya ditangguhkan terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri, karena akibatnya fatal. Uang Anda tidak bisa utuh diambil sebelum tahun ke 10.

Periksa dulu kondisi keuangan dengan Ukur Kesehatan Keuangan –> Jika Anda lulus, maka Anda boleh membeli produk Unit Link. Jika masih belum memungkinkan , tetapi butuh proteksi, pertimbangkan dulu memilih BPJS. Perbedaan BPJS dan Prudential dibahas di sini.

Kesimpulan

Unit Link amat penting dalam perencanaan keuangan keluarga. Ia memberikan perlindungan untuk keluarga. Hanya saja, banyak yang melakukan kesalahan dalam memilih asuransi jiwa. Semoga bermanfaat !

Apalagi ya kesalahan yang mungkin bisa terjadi ? Silahkan beri komentar di bagian bawah ini. Terima kasih.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply