Kinerja PRUlink Tahun 2013

Di negara-negara berkembang, inflasi yang lebih tinggi dari prediksi ditambah dengan kinerja ekonomi yang lebih buruk dari harapan memicu aliran modal keluar, pelemahan mata uang dan tingkat suku bunga yang lebih tinggi. Tahun 2013, inflasi negara kita menjadi 8.79% lebih tinggi dari target inflasi 4.9% di awal. Karena kebijakkan pemerintah menaikkan harga BBM.

Sepanjang 2013, Prudential membayar klaim dan manfaat sebesar Rp 7.1 Triliun, meningkat 23.7% dari tahun 2012. Meskipun pertumbuhan premi bisnis baru industri asuransi menurun hingga -4.4% (data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia per 31 Desember 2013), perolehan premi bisnis baru Prudential tumbuh sebesar 5.8% menjadi Rp 10,4 Triliun, dengan peningkatan total pendapatan premi sebesar 16.4% menjadi Rp 22.4 Triliun. Kinerja bisnis tahun 2013 ini didukung kondisi perusahaan yang sehat dengan Risk Based Capital (RBC)  1.090%, lebih dari batas minimum 120% yang ditentukan Pemerintah.

Kinerja PRUlink tahun 2013

PRUlink20132010-2013**Sejak Peluncuran**
Rupiah Managed Fund-8.22%3.4%13.85%
Rupiah Managed Fund Plus-4.28%3.6%16.25%
Rupiah Fixed Income Fund-13.51%3.93%10.6%
US Dollar Fixed Income Fund-10.74%2.15%6.4%
Rupiah Cash Fund5.09%4.89%7.5%
Rupiah Equity Fund-2.54%2.86%20.20%
Syariah Managed Fund-0.98%4.38%9.69%
Syariah Cash & Bond Fund-3.57%2.76%5.59%
Syariah Equity Fund0.31%5.71%10.41%
US Dollar Indonesia Greater China Equity Fund *n/an/a-20.32%
Rupiah Indonesia Greater China Equity Fund*n/an/a0.71%

* Dana investasi ini diluncurkan 13 Feb 2013

** Memakai metode bunga majemuk (bunga-berbunga)

Kesimpulan. Prudential pada 2013 memiliki kinerja yang baik, dengan RBC yang tinggi, pembayaran klaim meningkat, dan pertumbuhan premi bisnis baru (walau secara industri, menurut AAJI, menurun). Sedangkan kinerja PRUlink tahun 2013 tidak terlalu bagus, oleh karena kondisi pasar modal yang kurang bagus juga.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply