Mengukur kesehatan keuangan

Definisi sehat secara keuangan tidak ditentukan dari seberapa banyak jumlah uang dimiliki seseorang. Tapi juga darimana asalnya, apakah dari hutang, pinjaman lain atau memang hasil tabungan? Gaji boleh besar, apakah pengeluaran juga besar pula? Untuk mengetahui apakah seseorang sehat secara finansial dapat dilakukan dengan mengukur kesehatan keuangan/ Financial Check up.

Mengukur kesehatan keuangan (financial check-up)

 

1. Manfaat mengukur kesehatan keuangan secara berkala

Tiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda, dan tujuan hidup yang diingkan harus ditopang dengan keuangan yang baik. Tanpa uang yang cukup, tujuan hidup hanya menjadi angan-angan belaka.

Beberapa manfaat mengukur kesehatan keuangan diantaranya :

  • mengetahui “surplus /difisit” kondisi keuangan, atau “lebih/kurangnya” pendapatan yang diterima terhadap pengeluaran. Biasa tercantum pada Laporan Arus Kas (Cash Flow/Income Statement). Benchmark = Surplus, atau pendapatan lebih besar dari pengeluaran.
  • bisa menghitung kekayaan bersih (Net Worth), yaitu selisih antara Aset dan Hutang. Tercantum pada  Neraca Keuangan / Balance Sheet untuk menghitung Kekayaan Bersih. Benchmark = Kekayaan Bersih > 0. Makin besar Net Worth, makin kaya keuangan.
  • bisa merencanakan Dana Kuliah buat anak di masa mendatang
  • bisa merencanakan Dana Pensiun kelak.
  • bisa menghitung kebutuhan asuransi yang tepat
  • bisa melakukan investasi ke beberapa tempat seperti property, saham , reksadana, dll tanpa khawatir.

2. Parameter mengukur kesehatan keuagan (rasio).

Data kuantitatif yang harus diketahui sebelum melakukan pengukuran adalah

  • Total Hutang Konsumtif. contoh hutang kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA).
  • Total Pendapatan bulanan. misal dari gaji, bunga deposito, laba berjualan, dll
  • Total Hutang Cicilan = Total Hutang Konsumtif (KTA, kartu kredit)+Total Hutang non Konsumtif (cicilan KPR, cicilan motor, cicilan mobil, cicilan apartemen). asumsi bahwa motor dan mobil digunakan sebagai aset  investasi (bisnis) bukan untuk hanya memiliki.
  • Total Liquid Asset = total aset lancar, seperti Tabungan, Deposito, giro, reksa dana . (aset yang mudah dicairkan)
  • Total Pengeluaran Tetap Bulanan.
  • Total Pendapatan Tetap Bulanan.

 

RATIO FINANCIAL CHECK UP
Ratio Hutang KonsumtifTotal Hutang Konsumtif/Total Pendapatan Bulanan0%
Ratio CicilanTotal Cicilan/Total Pendapatan Bulanan<30%
Ratio Dana DaruratTotal Aset Liquid/Total Pengeluaran Bulanan6-12 kali
Ratio Biaya – PendapatanTotal Biaya Tetap Bulanan/Total Pendapatan Tetap Bulanan<1

 

Jika hasil ratio diatas sudah mengikuti standard sehat sesuai tabel, maka Anda siap untuk melakukan investasi, misalkan membeli reksa dana, membeli saham, menambah asuransi (unit link) dan lain sebagainya.

Ratio di bawah ini, bisa juga digunakan untuk mengukur kesehatan keuangan , namun untuk tahap lanjutan.

Advance Financial Check Up Ratio
RATIORumusStandar Sehat
Saving RatioTabungan Tahunan/Pendapatan Tahunan> 10%
Debt to Asset RatioTotal Hutang/Total Aset <50%
Ratio Aset Investasi-Kekayaan BersihAset Investasi/Kekayaan Bersih<50%
Solvency RatioKekayaan Bersih/Total Aset>50%
Ratio Aset Cair-Kekayaan BersihAset Cair/Kekayaan Bersih15%

 

Mengukur kesehatan keuangan dilakukan secara periodik setidaknya 6 bulan sekali, dan pada saat sebelum mengambil tindakan investasi yang penting. Misalnya mengambil KPR, membeli reksa dana, KTA, pengeluaran jumlah besar.  Jika karena suatu tindakan urgent harus dilakukan sebelum melakukan financial checkup, setelah tindakan terjadi. Lakukan financial checkup untuk mengambil tindakan antisipasi terhadap tindakan penting tersebut, guna membenahi keuangan agar sehat kembali.

 

sumber penulisan : Mengukur kesehatan keuangan ala Rudiyanto.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply