Mitos Keliru tentang Big Case

Agen mana yang tidak ingin mendapatkan Big Case ? Komisi yang didapat akan fantastis, jika mendapatkan big case dicampur dengan small case, bisa jadi target tahunan seorang Agen, sangat mudah tercapai bahkan lebih. Tetapi masih banyak keraguan juga untuk mendapat big case. Walau kita telah mengenal prospek dengan baik, menguasai produk dengan baik, komunikasi yang baik, dan hal-hal lainnya, masih saja bisa gagal untuk mendapat big case. Ada kalanya mitos keliru tentang big case yang menempel di pikiran kita, membuat semua ini gagal.

Mitos keliru tentang Big Case, yang mana artikel ini saya ambil dari buku “The Secret of Big Case Sniper”  karya Samuel R.Pranoto, diantaranya :

  1. Orang kaya tidak butuh asuransi
  2. Big case =makan hati
  3. Big case = big problem
  4. Big case = big cost
  5. Big case milik agen senior
  6. Big case milik agen yang sejak awal sudah kaya

 

Mitos 1. Orang kaya tidak butuh asuransi

Bagi orang kaya, kekayaan mereka pasti cukup untuk membiayai semua kebutuhan seperti biaya pendidikan, biaya rumah sakit, warisan, dan sebagainya.

Bisa saja si orang kaya yang di prospek mengatakan demikian

Maaf, saya tidak butuh. Kekayaan saya cukup untuk memenuhi segala kebutuhan saya, bahkan tidak habis hingga keturunan ke tujuh.

Agen yang memiliki mitos keliru , akan mundur dan merasa peluang tertutup. Agen yang cerdas akan menjawab sbb :

Saya setuju dengan Bapak, harta bapak tidak akan habis hingga keturunan ke 7. Akan lebih bangga lagi jika harta Bapak bisa tidak habis hingga keturunan ke 15, dan inilah manfaat asuransi, menjaga harta Bapak.

Contoh lain, misal sang prospek kaya memiliki perusahaan dan 3 anak. Anak pertama berminat dan punya kemampuan meneruskan usaha bapaknya. Anak ke 2 memilih minat usaha/bidang yang lain, anak ke 3 ternyata suka hamburkan uang dan foya-foya. Bapak akan bingung, bagaimana mewariskan perusahaan nya ? Apakah harus membagai rata perusahaan ke ketiga anaknya ?

Ini jelas masalah bagi Bapak tersebut, masalah ini mungkin belum terbayang oleh Bapak, dan menjadi tugas Anda sebagai Agen untuk memberi bayangan kepada Bapak, dan tentunya menjadi kesempatan bagi Anda untuk menjual dari masalah ini. Asuransi bisa menjadi solusi jitu, misalnya perusahaan diwariskan kepada anak pertama, sedangkan anak kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan warisan setara dengan Uang Pertanggungan sang Bapak. Solusi tepat, dan minim keributan di masa mendatang.

 

Mitos 2. Big Case = makan hati

Orang kaya tidak semua jahat atau menyebalkan. Masih ada orang kaya yang sikapnya baik dan menghargai orang lain. Banyak diantara orang kaya, yang mendapatkan kekayaan dengan cara halal dan penuh perjuangan, mereka justru menghargai orang-orang yang mau berbisnis dengan mereka secara profesional, termasuk agen asuransi. Terkadang mereka membutuhkan teman bicara yang bisa dipercaya.

Karena kondisi seperti diatas, agen bisa masuk, dan mulai mendeteksi dan menjual masalah kepada mereka. Maka, pengenalan dan pendekatan Anda terhadap mereka akan punya peran yang sangat penting. Agar bisa dipercaya oleh mereka, Anda memang harus mampu menunjukkan kapasitas sebagai konsultan yang profesional dan sungguh menjaga kerahasiaan masalah mereka. Bukan sekedar mengejar komisi, melainkan harus benar-benar membantu mereka.

 

Mitos 3. Big Case = big problem

Big case seakan-akan sangat ribet, terlalu banyak yang harus diurus, atau proses yang panjang. Bagi agen pemburu komisi, hal ini sering menjangkiti mereka. Mereka ingin instan dan cepat, ketemu sekali prospek langsung jadi. Apakah asuransi yang dibeli sesuai dengan kebutuhan prospek / tidak, mereka tidak ambil pusing.

Mendapatkan big case memang tidak bisa sekali jadi. Tapi, Anda tetap bisa mempermudah proses kerja Anda dengan bekerja secara sistematis sejak awal begitu mendeteksi masalah yang akan Anda “jual” kepada prospek kaya. Anda perlu menyusun check list yang lengkap berisi persyaratan yang harus dipenuhi prospek jika nantinya jadi membeli dari Anda.

Teruslah berusaha menjadi konsultan yang bekerja secara profesional demi nasabah Anda, bukan menjadi pemburu komisi yang ingin serba instan.

 

Mitos 4. Big Case = big cost

Anggapan demi mendapatkan big case, harus memberi sesuatu kepada prospek, sebuah perjudian. Hadiah yang mahal dikeluarkan dulu, namun kemudian si agen ragu, apakah prospek kaya akan membeli asuransi darinya ?Sebenarya prospke kaya tidak membutuhkan “sogokan” karena mereka mampu membelinya, yang mereka butuhkan adalah agen yang profesional dan bertanggung jawab pada kewajiban untuk terus melayani dan memberi masukkan/solusi kepada prospek tersebut.

Sogokan merupakan perjudian dan cara ini tidak baik, karena

  1. Prospek kaya tidaklah bodoh, mereka sadar, tidak ada makan siang gratis. Prospek akan sadar bahwa dibalik sogokan/hadiah, pastilah ada maksud, yaitu demi komsi besar di kantong agen. Kalaupun nantinya prospek jadi membeli, bisa jadi karena sekedar barter/ tukar barang, dan nilai premi hanya “ala kadarnya’. Tidak mencerminkan kebutuhan mereka.
  2. Resiko kerugian setelah membeli sogokan kepada propek, karena belum tentu sogokan itu mempan. Justru kantong si agen terlanjur terkuras.
  3. Jurus “sogokan’ demi big case susah ditiru bagi agen-agen yang Anda rekrut. Karena agen-agen yang baru tidak mempunyai kemampuan finansial untuk membeli barang / sogokan.

 

Mitos 5. Big Case = bisnis agen senior

Agen yang punya kapasitas profesionalitas yang cukup, dapat mendapat big case, bukan dinilai dari senior /junior. Syaratnya Agen harus terus mengembangkan diri, tambah pengetahuan, kemampuan, dan kompetensi Anda, serta harus dipraktekkan.

Senioritas tidak berbanding lurus dengan pengalaman dan ke profesionalitas an. Agen senior belum tentu lebih mampu daripada agen junior. Kuncinya, jam terbang. Makin banyak belajar, dan mempraktekkan , serta bimbingan/konsultasi dari leader Anda, bisa membantu mempercepat proses belajar dan pencapaian Anda.

 

Mitos 6. Big Case = bisnis agen yang sudah kaya sejak awal

Agen yang sejak awal sudah kaya memiliki lingkungan pergaulan yang terdiri dari orang-orang kaya juga. Kenalan mereka sudah pasti tidak akan membeli asuransi dengan premi kecil. Dan ini nasih baik yang dimiliki oleh agen yang memang sudah kaya, apakah benar begitu ?

Salah besar ! Agen yang sejak awal sudah kaya, memang memiliki peluang lebih besar untuk menggaet prospek kaya. Tapi tidak otomatis akan mendapat big case. Betapapun agen adalah teman dekat si prospek, tapi jika agen tidak memiliki ke profesionalitas-an yang mumpuni, bisa jadi nasabah hanya menyetor premi kecil karena sebatas pertemanan.

Hubungan dekat dengan prospkek kaya memang penting dalam mendapatkan big case. Tapi itu bukanlah takdir, tetapi sesuatu yang bisa dibangun. Itu artinya, siapapun Anda dan apapun lingkungan pergaulan awal Anda, tetap bisa mendapat big case.

 

Kesimpulan

Anda harus punya mindset tepat unutk mendapat big case, jika masih ada salah satu saja dari keenam mitas keliru diatas di pikiran Anda, berarti Anda harus membenahi mindset Anda.

Keenam mitos keliru tentang big case sebetulnya mencerminkan mindset atau cara berpikir yang keliru bahwa Anda harus mengejar-ngejar prospek untuk mendapat komisi.

Sebaliknya kita harus memiliki MINDSET bahwa sebagai agen asuransi pertama-tama bertanggung jawab untuk menunjukkan masalah yang sesungguhnya dihadapi oleh prospek dan untuk membantu memberikan solusi terbaik dalam memenuhi kebutuhan dan tujuan finansial mereka. Dan komisi adalah efek samping dari konsultasi profesional yang kita berikan.

1 reply
  1. suastika
    suastika says:

    Saya sangat tertarik dengan artikel ini, terkadang sulit mengalahkan minder saya pada saat ingin prospek dengan orang kaya. Saya bingung harus mulai dari mana. terutama pada seorang pengusaha. bisakah bapak memberi saya contoh bagaimana membuka percakapan dengan prospek pengusaha. apalagi kita baru kenal.
    mohon bimbingannya…
    thanks sebelumnya…

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply