Penyebab Gagal Klaim Asuransi

Dalam hidup kita selalu dikelilingi dengan berbagai resiko, baik resiko besar maupun kecil. Pada saat kita memutuskan tidak membawa jas hujan pada saat berkendara motor, kita menghadapi resiko kemungkinan akan kehujanan saat berkendara.

Contoh lain, apabila seorang karyawan/wati di sebuah perusahaan dan sudah memiliki penghasilan untuk membiayai diri sendiri. Bagiamana jika karyawan/wati tersebut jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit untuk waktu yang lama dan perawatan medis yang mahal ?

Penyebab Gagal Klaim

Resiko sudah tentu harus di alihkan ke pihak lain, sehingga keadaan keuangan seseorang tidak terganggu, jika mengalami suatu kejadian/musibah.  Dengan memiliki polis Asuransi, seseorang sudah merasakan “akan terbantu” di masa mendatang, jadi merasakan telah terjamin.

Acapkali setelah mengalami kejadian, seseorang dihadapi dengan kondisi Gagal Klaim, dan nasabah ini menjadi bingung, dan merasakan dirugikan oleh pihak Asuransi.

Penyebab Gagal Klaim sering terjadi karena ulah nasabah sendiri

Oleh karena itu penting untuk nasabah , mengetahui 6 Penyebab Gagal Klaim Asuransi yang sering terjadi

  1. Status polis telah lapsed / hangus, karena telah membayar premi, walau telah diberi tenggang waktu 40 hari. Agen yang bertanggung jawab, tidak akan lupa untuk mengingatkan nasabahnya jika telat membayar.
  2. Penyakit yang sudah pernah dialami sebelum pembuatan polis, namun tidak dilaporkan ke pihak asuransi.  Pastikan calon nasabah memberi data kesehatan seakurat mungkin dan jangan dimanipulasi. Misal telah mengidap Asma, tapi saat pengajuan polis, berbohong dengan mengatakan sehat-sehat saja. Setelah polis lahir, dan si nasabah hendak klaim Asma, pihak Asuransi tidak akan memberikan klaim.
  3. Dokumen yang kurang lengkap untuk klaim.  Untuk itu , selalu menghubungi agen Anda untuk membantu pengurusan dokumen.
  4. Masih dalam masa tunggu sejak polis lahir, untuk melakukan klaim. Misal masa tunggu 90 hari untuk penyakit kritis. Jadi setelah hari ke 90, baru nasabah bisa mengajukan klaim penyakit kritis. Untuk itu, jangan sampai status polis lapsed/hangus, karena jika polis di pulihkan, maka akan mengalami Masa Tunggu kembali.
  5. Klaim dilakukan lewat dari masa klaim yang diperbolehkan pihak Asuransi. Misal untuk klaim kecelakaan , maksimal 2×24 jam, harus ke UGD untuk diambil tindakan. Tetapi baru diambil tindakan setelah 2x24jam. Maka klaim tidak terbayarkan. Oleh karena itu, nasabah mengalami suatu kejadian, segera hubungi agen Anda.
  6. Kejadian yang dengan sengaja dibuat-buat/ dirancang untuk mendapatkan klaim. Selalu hindari perbuatan untuk mengarang suatu kejadian, karena pihak Asuransi akan bisa mengetahui kebenarannya, dan si penipu bisa diperkarakan secara hukum oleh pihak Asuransi.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply