Perencanaan Biaya Kuliah

Definisi perencanaan biaya kuliah anak adalah perencanaan keuangan yang terintegrasi dalam suatu keluarga, dimana biaya kuliah anak diperhitungkan menurut waktu dan nilai. Berapa tahun lagi untuk masuk kuliah , berapa jumlah biaya pada saat kuliah nanti, dan berapa dana yang sudah dipersiapkan saat ini.

Perencanaan Biaya Kuliah dengan motede SMART

SMART = Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Time Bound.

Ini contoh  perencanaan biaya kuliah anak dengan metode SMART

  • S= nama sekolah dan jurusan yang ingin diambil
  • M = menghitung biaya kuliah dan biaya hidup semasa kuliah
  • A  = mengukur apa target untuk kuliah bisa dicapai ? lalu menghitung berapa jumlah uang yang harus diinvestasi, berapa lama dan pada produk investasi apa yang diperkirakan bisa mencapai tujuan tersebut.
  • R = menimbang apakah minat/bakat/ kemampuan anak bisa sesuai dengan pilihan orang tua ( lihat S diatas)
  • T = waktu adalah elemen penting dalam perencanaan. Tujuan yang baik harus memiliki batasan waktu yang jelas. Batasan waktu akan membuat orang lebih disiplin dalam menjalankan rencananya.
S

Universitas Udayana jurusan Kedokteran

M

Biaya total Rp  100 juta.

A

Investasi ke Reksa Dana sebesar Rp 1 juta/bulan selama 10 tahun.

R

anak menyukai permainan dokter-dokteran dan cerdas.

T

10 tahun lagi kuliah

Perencanaan Biaya Kuliah dengan berinvestasi

Biaya kuliah buat anak, merupakan biaya yang tidak bisa dinegosiasikan, karena harus terpenuhi saat anak mencapai umur 17 atau 18 tahun. Untuk itu butuh Perencanaan Biaya Kuliah yang tepat dan terpantau.

PLANNING KULIAH

Banyak cara untuk untuk mendapatkan biaya kuliah diantaranya dengan menabung di deposito, investasi Reksa Dana, membeli saham, berbisnis, membeli Logam Mulia, memberli property, dan lain-lain. Yang menjadi masalah bagi yang belum mengerti perencanaan keuangan adalah menghitung berapa biaya kuliah anak di masa mendatang, dan berapa jumlah dana yang harus dipersiapkan (bisa dicicil atau sekaligus) untuk diinvestasikan, katakanlah di Reksa Dana atau Deposito, Obligasi. Sebelum Anda berinvestasi, ada baiknya Mengukur Kesehatan Keuangan lebih dahulu.

Contoh kasus :

Pak Ali ingin anaknya kuliah di Universitas Indonesia dengan biaya kuliah saat ini hingga tamat sebesar Rp 100 juta. Kuliah 15 tahun dari sekarang. Pak Ali memiliki deposito sebesar Rp50 juta saat ini. Berapa tambahan biaya yang diperlukan untuk kuliah 15 tahun mendatang ?

Solusi :

Biaya kuliah saat ini Rp 100 juta –> maka biaya kuliah 15 tahun mendatang (asumsi kenaikkan biaya kuliah 5% / tahun) = Rp 207 juta.

Deposito Rp 50 juta saat ini = Rp 103 juta , 15 tahun mendatang (asumsi bunga 5% per tahun).

Jadi kekurangan biaya kuliah sebesar Rp 207 juta – Rp 103 juta = Rp 104 juta.

Solusi untuk mendapatkan Rp 104 juta

1. memiliki deposito tambahan sebesar Rp 50 juta dengan bunga 5%/tahun selama 15 tahun

atau

2. membeli  produk Reksa Dana secara mencicil Rp 153.000/ bulan selama 15 tahun dengan bunga Reksa Dana sebesar 15%/tahun

 

Atau jika Anda nasabah Panin Asset Manajemen, lebih mudah lagi. Ada Fasilitas Financial Planning.

tampilan PAM

Tampilan Panin Asset Management untuk nasabah

 

Tinggal memasukkan data, dan dapat hasil sekitar Rp 168.000/bulan yang harus disetorkan untuk tambahan biaya kuliah anak Pak Ali

Kalkulator Finansial dari Panin Aset Manajemen (PAM). Harus menjadi nasabah PAM baru bisa memakai fasilitas ini.

Kalkulator Finansial dari Panin Aset Manajemen (PAM).
Harus menjadi nasabah PAM baru bisa memakai fasilitas ini.

Tidak sulit bukan ? Dengan perencanaan biaya kuliah sejak dini, Anda sudah punya persiapan untuk mengalokasikan penghasilan bulanan  untuk biaya kuliah anak Anda. Silahkan berkomentar jika ada yang kurang tepat, atau tidak jelas. Saya bantu menjelaskan

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply