Persepsi Keliru tentang Asuransi

Sudah memiliki Asuransi, belum tentu Anda terbebas dari persoalan, karena bisa jadi proteksinya tidak cukup. Apalagi yang tidak memiliki asuransi dan tidak mempunyai Dana cadangan yang cukup. Berapa perkiraan dana cadangan yang dibutuhkan untuk melindungi keluarga dari resiko kesehatan, kecelakaan akibatnya cacat total bahkan meninggal dunia, sakit kritis yang membutuhkan biaya besar ? Jika asuransi yang telah dimiliki dan dana cadangan tidak memadai?

Sadar berAsuransi

Asuransi masih dianggap barang mewah yang bisa dibeli jika pendapatannya  berlebihan banyak. Tidak keliru bahwa asuransi membutuhkan biaya, dan memang butuh dianggarkan. Jika Anda sudah mengenal asuransi jenis UNIT LINK ( proteksi+investasi), keliru jika asuransi (unit link) dianggap beban, karena asuransi merupakan asset. Baik selama ada kejadian, maupun selama sehat walafiat.

Berdasarkan Global Medical Trends Survey Report 2011
dari Towers Watson, biaya pengobatan di Indonesia telah
meningkat 10 hingga 14 persen dalam tiga tahun terakhir.

Hingga kini masih banyak masyarakat kita yang masih belum sadar berasuransi dalam menghadapi resiko tidak menentu, lebih memasrahkan kepada nasib semata.

Perhitungkan Jumlah Proteksi / Dana Cadangan terhadap Nilai Resiko

Tiap individu mempunyai perkiraan berbeda-beda tentang Nilai Resiko akan suatu kejadian. Orang yang mempunyai asuransi, memandang total nilai resiko lebih besar dibanding yang tidak mempunyai asuransi. Begitu juga dengan Dana cadangan. Yang memiliki asuransi memiliki Dana cadangan lebih besar daripada yang tidak memiliki asuransi.

Hasil studi AIA Financial
RespondenNilai Total ResikoDana Cadangan dimiliki
Punya asuransi380 juta25 juta
Tidak punya asuransi86 juta2 juta

Artinya. Yang memiliki asuransi lebih sadar untuk antisipasi kejadian tak terduga, dan sudah memperhitungkan nilai kebutuhan proteksi yang harusnya tersedia.

Jika orang menganggap nilai total resiko adalah sebesar Rp 1 M saat ini, maka setidaknya harus mempunyai nilai proteksi sebesar Rp 1 M , atau dana cadangan sebesar Rp 1 M.

 

Fakta-fakta Menarik

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2011

Setiap 1.000 orang Indonesia, 8 orang diantaranya terkena
stroke. Stroke merupakan penyebab utama kematian pada
semua umur, dengan proporsi 15,4%. Setiap 7 orang yang
meninggal di Indonesia, 1 di antaranya karena stroke

Survei World Health Organization (2002)

10 penyebab kematian di Indonesia menurut survei World Health
Organization (2002) adalah jantung koroner, tuberkolosis,
kelainan pembuluh darah, penyakit pernapasan, penyakit bayi
baru lahir, penyakit paru-paru, kecelakaan lalu-lintas, diabetes
mellitus, darah tinggi, diare

 

stroke

Kesimpulan. Asuransi bukanlah beban, tetapi asset. Biaya kesehatan selalu meningkat, perhitungkan jumlah proteksi yang Anda miliki saat ini.

sumber penulisan : AIA 

Penyebutan produk investasi  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk instrumen tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply