Persiapan Pensiun dengan ReksaDana

Masa muda digunakan untuk bekerja keras, masa pensiun digunakan untuk menghabiskannya. Begitulah yang kerap terjadi oleh masyarakat kita. Pensiun dengan tenang, serba kecukupan, menikmati hidup dengan berjalan-jalan keluar negeri dengan sanak keluarga, teman. Mungkin itulah salah satu gambaran “cita-cita pensiun” masyarakat kita.

Sedari kecil oleh orang tua kita, sebenarnya kita sudah diajarkan untuk persiapan pensiun, yaitu dengan menabung. Melatih dan membiasakan diri untuk berhemat dan menabung. Setelah berkeluarga, sang anak akan berusaha untuk mandiri, lepas dari orang tua. Saat siklus ini, mulai bermunculan tagihan, biaya hidup yang harus dipenuhi sang anak. Jika sang anak bukan dari kelas menengah ke atas (kalangan berada), tentu sulit untuk mempersiapkan masa pensiun, karena dari penghasilan saja. Kemungkinan sudah habis digunakan untuk biaya hidup bulanan. Impian punya rumah, kendaraan, dan pendidikan terbaik buat anak bisa tertunda.

Persiapan pensiun, jadinya bagaimana ?

Sejumlah uang yang harus disiapkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari hingga akhirnya meninggal, biaya berobat (termasuk di dalamnya chek up rutin), kegiatan jalan-jalan / penyaluran hobby, itulah dana yang harus dipersiapkan sejak dini untuk pensiun nanti.

Persiapan pensiun perlu perhatikan 2 hal, yaitu

Pertama. Besaran nilai pensiun, dipengaruhi oleh umur saat ini, umur pensiun, umur harapan hidup (meninggal), inflasi, nilai kebutuhan hidup saat ini.

Contoh : Pak Ali berusia 35 tahun, ingin pensiun usia 55, dan harapan hidup hingga 70 tahun. Biaya hidup bulanan saat ini adalah Rp 10 juta / bulan, dengan inflasi 6%, deposito 5%

 

Usia saat ini35
Usia pensiun55
Harapan hidup hingga70
Inflasi6%
Suku bunga Deposito5%
Besaran nilai pensiun yang harus terkumpul di usia 55 Rp 6.2 M

 

Kedua. Cara mencapai besaran nilai pensiun. Paling mudah adalah dengan menabung. Katakanlah menabung (simpan) di rumah, maka dari usia 35 hingga 55, tiap bulannya harus menabung sebesar Rp 25 juta / bulan, jauh melampaui biaya hidup bulanan yang hanya Rp 10 juta/bulan.

Jika mempunyai aset /warisan besar, yaitu minimal Rp 6.2 M, tentunya hal ini tidak akan menjadi problem. Karena dana sudah dimiliki dan tidak perlu perencanaan lebih lanjut. Bagimana jika tidak mempunyai aset/ warisan sebesar itu ? Persiapa pensiun dengan Reksa Dana termasuk salah satunya.

Cara pencapaian
Target nominal pensiunRp 6.2 M
Investasi Reksa Dana dengan return 20%/tahun, butuh investasi bulanan sebesarRp 1.96 juta /bulan
Investasi Reksa Dana dengan return 15%/tahun, butuh investasi bulanan sebesarRp 4.08 juta/bulan
Investasi Reksa Dana dengan return 10%/tahun, butuh investasi bulanan sebesarRp 8.09 juta/bulan

Dari tabel diatas terlihat bahwa, semakin besar Return dari Reksa Dana yang dipilih maka investasi bulanan yang dibutuhkan makin kecil.

Mari kita lihat tabel berikut ini :

  • Persiapan sejak usia
  • 30
  • 35
  • 40
  • 45
  • 50
  • Kebutuhan pensiun
  • Rp 8.29 M
  • Rp 6.2 M
  • Rp 4.63 M
  • Rp 3.46 M
  • Rp 2.58 M
  • Besarn investasi / bulan
  • Rp 960 ribu / bulan
  • Rp 1.96 juta / bulan
  • Rp 4.08 juta / bulan
  • Rp 9.04 juta / bulan
  • Rp 24.9 juta / bulan

Note : kebutuhan pensiun setara Rp 10 juta/bulan saat ini, usia pensiun 55, masa pensiun 15 tahun, inflasi 6%, deposito 5%.

Pada tabel diatas maka lakukan persiapan pensiun sejak usia 30 hingga 35 tahun. Karena nominal nya masih terbilang kecil (maksimal hanya 20% dari pengeluaran sebulan).

Miliki target kapan ingin pensiun, berapa lama masa pensiun, berapa kebutuhan hidup “nyaman” saat ini, dan berinvestasilah saat masih jauh dari usia pensiun. Pilih Reksa Dana sesuai profil resiko Anda, dan jangan lupa untuk Cek Kondisi Keuangan Anda sebelum dan sesudah berinvestasi di Reksa Dana.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply